Sherly91′s Blog

Just another WordPress.com weblog

Jawaban Soal Bonus Juni 11, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 7:55 pm

1. Ada beberapa fallacy :

  • Emotional Appeals : Sang penuduh hanya tidak senang(emosi) pada pendapat si wanita yang membeda-bedakan temannya.
  • Argumentum ad Hominem [abussive] : Sang penuduh melihat bahwa sang wanita hanya meyakinkan kepada kita akan konsep kesetiaan yang ia pegang. Tapi jangan lupa bahwa sebelum berpacaran dengan pacarnya, sang wanita juga pernah keluar berdua bersama teman cowoknya.
  • The Runaway Train : Sang penuduh berpikir bahwa makan berdua bersama teman pria/wanita adalah hal yang wajar. Apakah jika makan malam bersama, maka teman lelaki tersebut akan berbuat macam-macam kepada sang wanita?.
  • Apriorism : Sang penuduh sok tahu akan konsep kesetiaan sang wanita tanpa mengerti/memahami terlebih dahulu akan konsep kesetiaan sang wanita.
  • Petitio Principii : Sang penuduh menganggap sang wanita berpikiran kotor karena sang penuduh  mengambil kesimpulan bahwa sang wanita selalu hanya menilai masalah seksual.
  • Secundum Quid : Sang penuduh terlalu cepat mengambil kesimpulan, padahal ia saja mungkin masih belum tahu secara detail tentang konsep kesetiaan dari sang wanita.
  • One-Sided Asessment : Sang penuduh hanya melihat konsep kesetiaan wanita hanya dari sisi masalah seksual dan tidak melihat sisi lainnya.

2. One-sided assesment, Argumentum ad Hominem (abussive).

3. Analogical Fallacy, Genetic Fallacy , dan Circulus of Probando.

4. Tahu(Know) adalah suatu keadaan di mana seseorang paham akan suatu hal setelah melihat, menyaksikan, mengalaminya, dsb. Seseorang yang “tahu” banayak, maka akan memiliki informasi yang banyak pula yang kelak akan berguna untuk dirinya sendiri.

5. Nyata adalah Suatu keadaan di mana suatu hal itu benar-benar ada, ada buktinya dan berwujud.

6. Kaca dan cermin, sekilas terlihat sama, namun terbentuk dari bahan yang berbeda, dan mempunyai konsep yang berbeda pula. Kaca berfungsi untuk meneruskan cahaya, sedangkan cermin berfungsi untuk memantulkan cahaya. Jika di aplikasikan dalam fisika, maka kaca itu lebih tepatnya di sebut lensa sedangkan cermin ya tetap cermin. Kaca(lensa) biasanya di gunakan pada kacamata, kamera, dsb, sedangkan cermin biasanya di gunakan untuk memantulkan bayangan kita sendiri. Kaca merupakan materi bening (tembus pandang) yang biasanya di hasilkan dari campuran silikon atau bahan silikon dioksida (SiO2), yang secara kimia sama dengan kuarsa (bahasa Inggris: kwarts) sedangkan cermin terbuat dari terbuat dari kepingan atau lembaran logam mengkilap, biasanya logam perak atau tembaga apabila bayangan yang dipantullan kembali adalah untuk dilihat tetapi juga bisa dari logam lain apabila hanya digunakan untuk memfokuskan cahaya.

Sumber : Kaca Vs Cermin

7. Kita harus mengetahui terlebih dahulu, apakah hal itu benar atau tidak. Suatu hal dapat di percaya kebenarannya        apabila kebenaran tersebut diperoleh dengan cara merenungkan atau memikirkan sesuatu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, baik sesuatu itu ada atau mungkin ada. Kebenaran juga memiliki proses penemuan dan pengujian kebenaran. Jika hal itu terbukti benar, maka kita harus menerimanya dan tidak lagi bertahan lagi dengan hal yang tidak benar.

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.