Untitled Document
BAB 6 : METODE ILMIAH
Tidak semua pengetahuan dapat di sebut ilmu.
Contoh : Bahasa, Matematika(alat/sarana untuk berpikir ilmiah).
Suatu pengetahuan dapat di sebut ilmu jika mengikuti langkah-langkah metode ilmiah.
Metode : suatu cara/ langkah yang sistematis.
Metodologi : Pengkajian yang mempelajari peraturan-peraturan dari metode tersebut.
Metodologi Ilmiah : Pengkajian dari peraturan-peraturan dalam metode ilmiah.
Sesuatu bisa di sebut ilmiah :
• Rasional/masuk akal
• Teruji kebenarannya
2 contoh di atas bisa di sebut ilmiah karena bisa di andalkan agar bisa selamat.
Metode ilmiah mempunyai sejarah—
Sebelum menemukan metode ilmiah, kebudayaan orang dapat di kelompokkan:
1. Mistis
– di kepung oleh banyak kemampuan aneh.
–Manusia mencari pattern/pola. Kadang kala jika tidak ada pola, maka orang terkadang salah pola.
2. Ontologi
Manusia sudah bisa menjelaskan alam kenapa bisa begini dan begitu.
3. Fungisional
Kita sudah bisa memanfaatkan alam.
“Kita memanfaatkan alam/alam yang memanfaatkan kita?”
Secara survival, sapi memanfaatkan manusia untuk survivalnya.
Padi memanfaatkan manusia.
Perkembangan ilmu mengikuti deret exponensial.
Kardashev Scale (I,II,III)
-Bumi : 0,7;
-Level I : Angel and Demons – Antimateri
-Level II : Makhluk sudah bisa memanfaatkan energi bintang– dyson sphere/web.
Karena besarnya grafik blackhole maka cahaya tidak bisa melewatinya.
-Level III : Seluruh galaxy—menahan seluruh isi galaxy.
Michio Kake – Memberikan pendapat adanya level IV.
-Level IV : Sudah bisa memanfaatkan energi tersebut.
Enrico Fermi/Fermi Paradox : Ilmuwan : teori tentang rare earth(bumi jarang) : walaupun jumlah bintang 100tx100t.
Banyak meteor yang bertabrakan dengan bumi sehingga merugikan bumi sehingga merugikan bumi, tetapi ada meteor yang menguntungkan bumi : memusnahkan dinosaurus.
Untuk berpindah antara level membutuhkan waktu sekitar 1 juta tahun cahaya.
Bintang yang paling dekat dengan bumi adalah centaury.
Agar dapat berpindah dari bumi ke planet yang lain, bumi harus berada di level III, sehingga manusia dapat menggunakan black hole.
Metode ilmiah menggabungkan cara penalaran deduksi dan induksi.
Deduksi
• Brtahan membuat argumen baru yang telah di susun secara sistematis berdasar pengetahuan yang telah ada.
• Alatnya : Matematika.
Induksi
• Membuat argumen baru yang berdasar korespondesinya dari apa yang telah di ketahui sebelumnya.
• Alatnya : Probabilitas.
Pembentukan teori ilmiah
Ada data (berupa pola), ada penjelasan kenapa seperti itu.
Syarat :
• Konsisten dengan teori sebelumnya.
• Harus cocok dengan fakta-fakta empiris (fakta yang ada).
Sebelum ada pembuktian empiris, penjelasan beru di sebut juga hipotesa.
Langkah-langkah metode ilmiah
• Perumusan masalah
• Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesa.
• Perumusan hipotesis,
• Pengujian hipotesis,
• Penarikan kesimpulan.