BAB 4 : REALISM VS ANTIREALISM
Realism vs Idealism
Pada awalnya ada 2 paham, yaitu :
1. Realism : Menyatakan bahwa alam semesta (kebenaran) tidak
terpengaruh pada keadaan ada atau tidaknya manusia.
Contoh :
• 3 x 4 = 12
• π = 3,14………..
Walaupun tidak ada manusia, contoh tersebut tetaplah benar karena merupakan konsep.
2. Idealism : Semua relatif dan tergantung pada pemikiran manusia.
Seperti pernyataan Rene Descartes, yaitu Cogito ergo sum yang berarti “Aku berpikir karena aku ada”.
Contoh :
Ada atau tidaknya Kebaikan dan Kejahatan, tergantung pada ada tidaknya manusia di alam semesta.
Dalam science, idealism tidak di pakai.
Dari sini, dapat kita lihat bahwa realism dapat terbukti kebenarannya dalam science. Akan tetapi, realism mendapat tantangan science dari antirealism.
Realism vs Antirealism
1. Realism : Sesuatu dianggap ada apabila sesuatu bisa diamati dan walaupun tidak bisa diamati kebenarannya tetap di yakini.
2. Antirealism : Sesuatu yang di percaya sebagai kebenaran adalah
sesuatu yang di amati saja.
Contoh :
Elektron tidak dapat di percayai kebenarannya karena elektron hanya dibuat oleh ilmuwan untuk menjelaskan tingkah laku elektron.
Antirealism di bagi menjadi 2 bagian yaitu :
>> Metafor
>> Agnostic
Berdasarkan pengamatan oleh indera, observasi di bagi menjadi 2 bagian, yaitu :
a. Observable : Sesuatu yang tidak bisa di amati, akan tetapi jika ada
kemauan, maka bisa di amati.
Contoh : Masih banyak jenis ikan-ikan yang belum di amati.
Asalkan mau melakukan observasi, maka kita akan tahu
lebih banyak lagi jenis-jenisnya.
Observable dapat di bagi dalam 2 tingkat, yaitu :
>> Observation : Bisa di amati langsung oleh indera.
>> Detection : Tidak bisa di lihat, tapi bisa di deteksi sehingga
kebenarannya dapat di anggap benar.
Contoh :
Walaupun elektron tidak dapat di lihat, akan tetapi dapat di deteksi sehingga di anggap benar.
b. Non observable : Sesuatu yang benar-benar tidak bisa di amati oleh
indera.
Menurut antirealis, meskipun penjelasan scientis (realis) benar bahwa sesuatu yang bisa diamati akan dipercaya kebenarannya tetapi di sisi lain hal ini dibantah karena sesuatu yang dianggap salah bisa saja benar.
Contoh: Matahari menyinari bumi dengan merambatkan foton melalu substansi ether sehingga sifat matahari bisa diamati (dapat dibiaskan dsb) tapi ether tersebut salah (belum tentu benar) karena di langit tidak ada medium seperti di dunia yang bisa merambatkan gelombang suara melalui medium udara.
Epicycles
Langit itu adalah sesuatu yang sempurna. Satu planet dapat mengelilingi planet lain tepat, perfect melingkar sempurna. Tetapi dia sendiri melingkari planetnya sendiri dan planet-planet lain perfect membentukan lingkaran sempurna.
Fourier Analysis (berdasarkan komponen sinus)
Menganalisa bahwa gelombang yang dibentuk adalah hasil dari planet yang melingkari planetnya sendiri dan juga planet lain yang perfect melingkar berbentuk lingkaran. Karena planet tersebut tidak hanya melingkari planet lain maka tampak seperti gelombang yang dibentuk dari hasil melingkanya planet tersebut tidak sempurna. Padahal gelombang tiap planet yang melingkar sempurna berbentuk lingkaran. Bila digambar dalam grafik sinus maka yang tampak adalah gabungan dari gelombang-gelombang sehingga tampak seolah-olah tidak sempurna.