Sherly91′s Blog

Just another WordPress.com weblog

Jawaban Soal Bonus Juni 11, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 7:55 pm

1. Ada beberapa fallacy :

  • Emotional Appeals : Sang penuduh hanya tidak senang(emosi) pada pendapat si wanita yang membeda-bedakan temannya.
  • Argumentum ad Hominem [abussive] : Sang penuduh melihat bahwa sang wanita hanya meyakinkan kepada kita akan konsep kesetiaan yang ia pegang. Tapi jangan lupa bahwa sebelum berpacaran dengan pacarnya, sang wanita juga pernah keluar berdua bersama teman cowoknya.
  • The Runaway Train : Sang penuduh berpikir bahwa makan berdua bersama teman pria/wanita adalah hal yang wajar. Apakah jika makan malam bersama, maka teman lelaki tersebut akan berbuat macam-macam kepada sang wanita?.
  • Apriorism : Sang penuduh sok tahu akan konsep kesetiaan sang wanita tanpa mengerti/memahami terlebih dahulu akan konsep kesetiaan sang wanita.
  • Petitio Principii : Sang penuduh menganggap sang wanita berpikiran kotor karena sang penuduh  mengambil kesimpulan bahwa sang wanita selalu hanya menilai masalah seksual.
  • Secundum Quid : Sang penuduh terlalu cepat mengambil kesimpulan, padahal ia saja mungkin masih belum tahu secara detail tentang konsep kesetiaan dari sang wanita.
  • One-Sided Asessment : Sang penuduh hanya melihat konsep kesetiaan wanita hanya dari sisi masalah seksual dan tidak melihat sisi lainnya.

2. One-sided assesment, Argumentum ad Hominem (abussive).

3. Analogical Fallacy, Genetic Fallacy , dan Circulus of Probando.

4. Tahu(Know) adalah suatu keadaan di mana seseorang paham akan suatu hal setelah melihat, menyaksikan, mengalaminya, dsb. Seseorang yang “tahu” banayak, maka akan memiliki informasi yang banyak pula yang kelak akan berguna untuk dirinya sendiri.

5. Nyata adalah Suatu keadaan di mana suatu hal itu benar-benar ada, ada buktinya dan berwujud.

6. Kaca dan cermin, sekilas terlihat sama, namun terbentuk dari bahan yang berbeda, dan mempunyai konsep yang berbeda pula. Kaca berfungsi untuk meneruskan cahaya, sedangkan cermin berfungsi untuk memantulkan cahaya. Jika di aplikasikan dalam fisika, maka kaca itu lebih tepatnya di sebut lensa sedangkan cermin ya tetap cermin. Kaca(lensa) biasanya di gunakan pada kacamata, kamera, dsb, sedangkan cermin biasanya di gunakan untuk memantulkan bayangan kita sendiri. Kaca merupakan materi bening (tembus pandang) yang biasanya di hasilkan dari campuran silikon atau bahan silikon dioksida (SiO2), yang secara kimia sama dengan kuarsa (bahasa Inggris: kwarts) sedangkan cermin terbuat dari terbuat dari kepingan atau lembaran logam mengkilap, biasanya logam perak atau tembaga apabila bayangan yang dipantullan kembali adalah untuk dilihat tetapi juga bisa dari logam lain apabila hanya digunakan untuk memfokuskan cahaya.

Sumber : Kaca Vs Cermin

7. Kita harus mengetahui terlebih dahulu, apakah hal itu benar atau tidak. Suatu hal dapat di percaya kebenarannya        apabila kebenaran tersebut diperoleh dengan cara merenungkan atau memikirkan sesuatu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, baik sesuatu itu ada atau mungkin ada. Kebenaran juga memiliki proses penemuan dan pengujian kebenaran. Jika hal itu terbukti benar, maka kita harus menerimanya dan tidak lagi bertahan lagi dengan hal yang tidak benar.

 

Juni 7, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 10:41 am

Untitled Document

BAB 11 : MODEL

Definisi Model

•  Benda kecil yang mempunyai sifat seperti yang sesungguhnya .

•  Karakteristik umum yang mewakili sekelompok bentuk yang ada

 

Tujuan Model

•  Understanding/prescription

•  Prediction (ada penjelasan)

Kedua hal itu biasanya di lakukan dengan simulasi. Simulasi adalah menganalisa tingkah laku model berdasarkan jeda waktu tertentu.

 

Validasi Model

 

Tipe

Tipe model terbagi atas 2 yaitu :

•  Physical : bisa di lihat.

Terbagi atas 2,yaitu :

•  Iconic : patung kecil/model hyang benar-benar mempresentasikan benda nyatanya. Tujuannya adalah membuat model kecil sesuai kenyataannya.

•  Analog : bisa di lihat tapi sifat dan tingkah lakunya yang di miripkan.

•  Symbolic : tidak kelihatan.

Terbagi atas 2 yaitu :

•  Verbal

Contoh :

•  Penjelasan/cerita.

•  Kartu. Gambar pada kartu tidaklah penting ,akan tetapi tulisan di kartu mempunyai peranan yang penting.

•  Mathematical

Contoh :

•  y=mx+c

•  x 2 +y 2 =r 2

 

Beberapa pembagian yang lain :

•  Analytic : mempunyai rumus.

Contoh : . Jika kita tahu jari-jarinya(r) saja, maka kita akan tahu luasnya(A).

•  Numeric : perhitungannya lebih mendetail dan lebih lama. Komputer biasanya memakai tipe numeric.

•  Deterministik

Contoh : membuat pembukuan SD

•  Probabilistik

Contoh : Pelemparan dadu.

•  Static : ada feedbacknya.

•  Dynamic : tidak ada feedbacknya.

Contoh : Setrika, karena mempunyai suhu yang lalu.

 

Juni 6, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 9:34 am

Untitled Document

BAB 10 : FALLACIES of REASONING

Fallacy dibagi menjadi 2 yaitu :

  • Formal Fallacy : diakibatkan salah menalar. Dari premis A menuju kesimpulan B ada langkah yang salah atau hilang.
  • Informal Fallacy : menggunakan langkah yang benar untuk menuju kesimpulan, namun melibatkan hal yang tidak memuhi syarat (bahasa, arti ambigu dlsb) Infromal Fallacy terdiri atas 4 kelompok
    • Linguistic
    • Relevance-Omission
    • Relevance-Intrusion
    • Relevance-Presumption

Formal Fallacy
terdiri atas beberapa macam:

  • Affirming the consequent : menyimpulkan sebab dari akibat.
  • Conclusion which denies premises : kesimpulan yang berlawanan dengan premis.
  • Contradictiory premises : premis yang bertentangan.
  • Denying the antecedent : menentang sebab untuk membalikkan akibat.
  • Exclusive premises : menggunakan 2 premis negatif
  • Existential Fallacy : Premis menyatakan “semua”, namun kesimpulan menyatakan “beberapa”, merayu orang percaya bahwa premis benar.
  • False conversion : membalik fakta yang mengandung “beberapa”.
  • Illicit process : satu atribut kelompok ini dan itu sama, bukan berarti atribut yang lain juga sama.
  • Positive conclusion, negative premis : Kesimpulan positif berdasar 2 premis dimana salah satunya adalah negatif
  • Quaternio terminorum : Empat pernyataan
  • Undistributed middle : ciri kelas diambil sebagian untuk menyamakan kedua kelas.

Informal Fallacy

1. Informal Fallacy (Linguistic)

dibagi menjadi beberapa macam yaitu :

•  Linguistic accent : maksud suatu pernyataan tergantung konteks (menyelewengkan maksud).

•  Linguistic amphiboly : susunan kalimat yang ambigu.

•  Linguistic composition : benar untuk setiap member, belum tentu benar untuk seluruh kelas.

•  Linguistic division : kebalikan composition.

•  Linguistic equivocation : menggunakan arti yang ambigu untuk mengakali.

•  Linguistic reification / hypostatization : menganggap setiap kata memiliki eksistensi nyata.

 

2.  Informal Fallacy (Relevance – Ommision)

dibagi menjadi beberapa macam yaitu :

•  Bogus dilemma : Seolah-olah hanya itulah pilihannya

•  Concealed quantification : Pemberian atribut yang tidak jelas, apa ke seluruh kelas, atau beberapa anggotanya saja

•  Damning the alternatives : Seolah-olah satu pilihan benar karena pilihan yang lain salah

•  Definitional retreat : Membela diri dari bantahan dengan mengubah definisi

•  Extensional pruning : Membela diri dari bantahan dengan definisi tidak umum (atau arti literal)

•  Argumentum ad ignoratiam : Menyalahkan atau membenarkan klaim atas tidak adanya bukti

•  Argumentum ad lapidem : Kepala batu

•  Argumentum ad nauseam : Menggunakan perulangan agar terlihat benar

•  One-sided assessment : Hanya melihat satu sisi masalah

•  Refuting the example : Menolak klaim dengan pernyataan yg bukan inti permasalahan

•  Shifting ground : Menyangkal dg alasan bahwa klaim awal bukan seperti itu maksudnya

•  Shifting the burden of proof : Mengalihkan tanggung jawab atas bukti

•  Special Pleading : Menuntut double standar

•  The straw man : Bila tidak bisa membantah, hajar versi extremenya

•  The exception that proves the rule : Perkecualian yg malah digunakan utk membenarkan

•  Trivial objections : Menyalahkan sesuatu yg jauh hubungannya, atau masalah-masalah sepele

•  Unaccepted enthymemes : Menggunakan enthymemes utk argumen

•  Unobtainable perfection : Menyalahkan karena tidak sempurna

 

3.  Informal Fallacy (Relevance – Intrusion)

dibagi menjadi beberapa macam yaitu :

•  Blinding with science : Menggunakan istilah ilmiah agar terlihat seolah benar

•  Argumentum ad crumenam : Kebenaran ditentukan oleh uang

•  Emotional appeals : Memanfaatkan emosi untuk mempengaruhi pendapat

•  Every schoolboy knows : Lebih baik kamu setuju daripada dibilang oon

•  The genetic fallacy : Menilai kebenaran argumen berdasar siapa sumbernya

•  Argumentum ad hominem [abussive] : Menyerang orangnya, bukan pendapatnya

•  Argumentum ad hominem [circumstancial] : Mempengaruhi pendapat dengan memanfaatkan posisi/kepentingan lawan

•  Ignoratio elenchi : Membenarkan satu pendapat karena berhasil membenarkan pendapat yg lain

•  Irrelevant humour : Guyonan digunakan untuk mengalihkan perhatian

•  argumentum ad lazarum : Orang miskin tidak selalu lebih baik daripada orang kaya

•  Loaded words : Mempengaruhi pendapat dengan kata-kata heboh penuh prasangka

•  Argumentum ad misericordiam : Mempengaruhi pendapat berdasar kasihan

•  Poisoning the well : Menyerang sebelum lawan memberikan argumennya

•  The red herring : Memberi fakta lain yg tidak berhubungan dan membuat kesimpulan tak tercapai

•  The runaway train : Membawa argumen ke hal-hal yg jauh

•  The slippery slope : Menganggap satu tahap pasti diikuti tahap-tahap berikutnya

•  Tu quoque : Menentang pendapat dg menyalahkan lawan bahwa dia juga demikian

•  Argumentum ad verecundiam : Menggunakan autoritas palsu

•  Wishful thinking : Menentang/menyetujui pendapat berdasar keinginan kita.

 

4.  Informal Fallacy (Relevance – Presumption)

dibagi menjadi beberapa macam yaitu :

•  Abussive analogy : Menggunakan analogi yg melecehkan

•  Accident : Perkecualian dianggap pembenaran

•  Analogical fallacy : Menggunakan analogi yang tidak tepat

•  Argumentum ad antiquam : Menganggap bagus karena kuno

•  Apriorism : Sok tahu lebih dulu

•  Bifurcation : Membatasi cuma 2 pilihan

•  Circulus of probando : Logika berputar-putar

•  Complex questions (plurium interrogationum) : Menggabung beberapa pertanyaan sehingga tidak bisa sekedar dijawab Ya atau Tidak

•  Cum hoc ergo propter hoc : Sesuatu yg terjadi bersamaan seolah berhubungan

•  Dicto simpliciter : Generalisasi berlebihan

•  Ex-post-facto statistics : Menganggap hebat sesuatu kebetulan setelah hal itu terjadi

•  The gambler’s fallacy : Kesalahan memahami peluang hal yg berurutan

•  Non-anticipation : Kalau memang demikian, tentu sudah sejak dulu ada tindakan

•  Argumentum ad novitam : Menganggap yg baru itu lebih benar

•  Petitio principii : Membuat argument yg berisi kesimpulan yg kita inginkan

•  Post hoc ergo propter hoc : Kejadian yg berurutan dianggap berhubungan

•  Secundum quid : Generalisasi yg terlalu cepat

•  Argumentum ad temperantiam : Menganggap jalan tengah selalu yang terbaik

 

 

 

Juni 6, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 9:26 am

Untitled Document

BAB 9 : Fuzzy Logic & Genetic Algorithm

 

•  Fuzzy Logic : menjawab tidak hanya true or false.

Contoh : Ada seseorang yang ditanya tentang bayi. Bayi yang ada saat ini, 1 detik lagi apakah masih tetap bayi? Setelah satu detik ditanya, apakah 1 detik lagi masih tetap bayi? Begitu seterusnya. Jawaban dari pertanyaan ini tidak bias dijawab hanya dengan iya dan tidak. Tetapi dapat dijawab dengan Bayi 100 % dewasa 0% dan setelah 1 detik jawabannya 99,9999 % dewasa 0,0001% begitu seterusnya sampai dewasa 100% dan bayi 0 %.

•  Genetic Algorithm : Menyelesaikan masalah dengan konveks Hull.

Contoh: ada beberapa titik yang disebar disegala penjuru dan kita diminta untuk menggabungkan titik-titik tersebut sehingga titik tersebut bisa terlewati semua dan membentuk luasan terkecil.

· Kenapa dalam evolusi makhluk hidup menciptakan telomere?

Karena kita butuh mati (makhluk hidup tidak akan hidup selamanya) dan agar generasi baru dapat survive dengan lebih baik dari sebelumnya.

•  Kenapa Makhluk hidup harus kawin?

Karena Makhluk hidup yang baru dan lebih baik dapat terbentuk dari gabungan gen antara (jantan dan betina) tanpa menunggu radiasi ultraviolet yang cukup lama.

•  Kalau bisa menciptakan android (robot) yang bisa punya sifat mirip dengan manusia. Apakah itu bisa disebut dengan manusia?

Masih diperdebatkan sampai sekarang.

•  Pikiran baru ada (disebut ada) jika pernah berpikir aku itu siapa.

 

 

Juni 6, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 9:20 am

Untitled Document

BAB 8 : MATEMATIKA & STATISTIK (Part 1)

•  Awal Matematika

-Ordination : Pengurutan

-Cardination : Matching

-Numeric Symbolization : simbol angka(basis 2, basis 10, dll).

 

  • Pentingnya digit 0 : dicuri dari India (Aliran Jainisme)
  • Bilangan Real
    • Rational (1/7, 7/11, dsb)
    • Irational (√2, pi, dsb)
    • Rational itu dense
    • Banyak mana jumlah bilangan rational vs irrational ? deduksi / induksi
  • Bilangan Rasional
    • Ciri-ciri: suatu saat akan cyclic
    • Bagaimana mengubah bentuk 0,123123123… menjadi n/m?
    • Berapakah 0,999999….. itu?

· Dari 10 jenis orang. Satu adalah yang mengerti biner dan lainnya adalah yang tidak mengerti biner.

· Paradox tentang matematika:

ü Zeno Paradox : diselesaikan saat ditemukan calculus

ü Tortoise & Hare Paradox : calculus.

  • Paradox Statistik:
    • Omniscience Paradox : makhluk nevilim (kuda dan manusia) tahu segalanya.
    • Bodhisatva Paradox : selamanya akan membantu orang di dunia.
    • Devil’s offer : disiksa selamanya peluang untuk tidak bebas dari penyikasaan setiap harinya bertambah (1/2, 2/3, ¾,………..1000/1001)
    • Pascal’s wage.

 

 

Juni 6, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 9:12 am

Untitled Document

BAB 7 : STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAH

 

Hipotesa : kesimpulan sementara

Teori : setelah hipotesa di uji oleh pengetahuan ilmiah.

Hukum : setelah teori di uji coba terus menerus & benar-hukum

Aksioma/Postulat : Suatu pernyataan yang tidak perlu di buktikan lagi, dianggap sudah benar.

Prinsip : 1+1=2 :> Tetapi 1 dan + hanya simbol.

Contoh : Roll film yang tiap adegannya beda-beda.

Asumsi : Sesuatu yang di anggap sudah benar untuk membuktikan deduksi berikutnya di dasari bukti empiris.

Euclidean Geometry : Garis yang tidak akan pernah bertenu.

Noneuclidean geometry : Bila menggambar baris pada bangun pelana kuda.

Sarana berpikir ilmiah :

•  Bahasa

•  Matematika : deduksi

•  Probabilitas : Induksi : membutuhkan suatu model.

Big freeze : Kiamat yang tidak seru, dunia menjadi gelap.

Mengapa matematika dan bahasa bukan ilmiah?

–Karena sesuatu ilmiah harus deduksi dan induksi.

–Kalau matematika : deduksi.

–Bahasa : Sarana untuk berpikir ilmiah.

Awal Mulanya Muncul Bahasa

1.Para manusia berkumpul bersama pada malam hari

2.Berkumpul sambil menyalakan api unggun dan membakar hasil buruan

3. menceritakan kisah perburuan(menggunakan bahasa tentunya).

Model : suatu simbol yang mewakili data yang lain di bandingkan seluruhnya.

Bahasa akan berkembang jika tergantung kemajuan dan kebudayaan masyarakat.

 

Juni 6, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 8:48 am

Untitled Document

BAB 6 : METODE ILMIAH

 

Tidak semua pengetahuan dapat di sebut ilmu.

Contoh : Bahasa, Matematika(alat/sarana untuk berpikir ilmiah).

Suatu pengetahuan dapat di sebut ilmu jika mengikuti langkah-langkah metode ilmiah.

Metode : suatu cara/ langkah yang sistematis.

Metodologi : Pengkajian yang mempelajari peraturan-peraturan dari metode tersebut.

Metodologi Ilmiah : Pengkajian dari peraturan-peraturan dalam metode ilmiah.

Sesuatu bisa di sebut ilmiah :

•  Rasional/masuk akal

•  Teruji kebenarannya

2 contoh di atas bisa di sebut ilmiah karena bisa di andalkan agar bisa selamat.

Metode ilmiah mempunyai sejarah—

Sebelum menemukan metode ilmiah, kebudayaan orang dapat di kelompokkan:

1. Mistis

– di kepung oleh banyak kemampuan aneh.

–Manusia mencari pattern/pola. Kadang kala jika tidak ada pola, maka orang terkadang salah pola.

2. Ontologi

Manusia sudah bisa menjelaskan alam kenapa bisa begini dan begitu.

3. Fungisional

Kita sudah bisa memanfaatkan alam.

“Kita memanfaatkan alam/alam yang memanfaatkan kita?”

Secara survival, sapi memanfaatkan manusia untuk survivalnya.

Padi memanfaatkan manusia.

Perkembangan ilmu mengikuti deret exponensial.

Kardashev Scale (I,II,III)

-Bumi : 0,7;

-Level I : Angel and Demons – Antimateri

-Level II : Makhluk sudah bisa memanfaatkan energi bintang– dyson sphere/web.

Karena besarnya grafik blackhole maka cahaya tidak bisa melewatinya.

-Level III : Seluruh galaxy—menahan seluruh isi galaxy.

Michio Kake – Memberikan pendapat adanya level IV.

-Level IV : Sudah bisa memanfaatkan energi tersebut.

Enrico Fermi/Fermi Paradox : Ilmuwan : teori tentang rare earth(bumi jarang) : walaupun jumlah bintang 100tx100t.

Banyak meteor yang bertabrakan dengan bumi sehingga merugikan bumi sehingga merugikan bumi, tetapi ada meteor yang menguntungkan bumi : memusnahkan dinosaurus.

Untuk berpindah antara level membutuhkan waktu sekitar 1 juta tahun cahaya.

Bintang yang paling dekat dengan bumi adalah centaury.

Agar dapat berpindah dari bumi ke planet yang lain, bumi harus berada di level III, sehingga manusia dapat menggunakan black hole.

Metode ilmiah menggabungkan cara penalaran deduksi dan induksi.

Deduksi

•  Brtahan membuat argumen baru yang telah di susun secara sistematis berdasar pengetahuan yang telah ada.

•  Alatnya : Matematika.

Induksi

•  Membuat argumen baru yang berdasar korespondesinya dari apa yang telah di ketahui sebelumnya.

•  Alatnya : Probabilitas.

Pembentukan teori ilmiah

Ada data (berupa pola), ada penjelasan kenapa seperti itu.

Syarat :

•  Konsisten dengan teori sebelumnya.

•  Harus cocok dengan fakta-fakta empiris (fakta yang ada).

Sebelum ada pembuktian empiris, penjelasan beru di sebut juga hipotesa.

Langkah-langkah metode ilmiah

•  Perumusan masalah

•  Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesa.

•  Perumusan hipotesis,

•  Pengujian hipotesis,

•  Penarikan kesimpulan.

 

 

 

 

Juni 6, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 8:42 am

Untitled Document

BAB 5 : AKSIOLOGI

Ilmu merupakan sesuatu yang palig penting bagi manusia,karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. Dan merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban menusia sangat berhutang kepada ilmu. Ilmu telah banyak mengubah wajah dunia seperti hal memberantas penyakit,kelaparan,kemiskinan,dan berbagai wajah kehidupan yang sulit lainnya. Dengan kemajuan ilmu juga manusia bisa merasakan kemudahan lainnya seperti transportasi,komunikasi,dan lain sebagainya. Singkatnya ilmu merupakan sarana untuk membantu manusia dalam mencapai tujuan hidupnya.
Untuk lebih mudah mengenal apa yang dimaksud dengan aksiologi ada beberapa definisi tentang aksiologi,diantaranya :

•  Aksiologi berasal dari kata axio (Yunani) yang berarti nilai dan logos berarti teori. Jadi aksiologi adalah “teori tentang nilai”.

•  Ilmu Sebuah Pengantar Populer bahwa aksiologi diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengatahuan yang diperoleh.

•  Menurut Bramel,aksiologi terbagi dalam tiga bagian. Pertama,moral conduct,yaitu tindakan moral,bidang ini melahirkan disiplin khusus,yakni etika. Kedua,esthetic expression,yaitu ekspresi keindahan.

•  polotical life,yaitu kehidupan social polotik,yang akan melahirkan filsafat social politik.

Sumber : aksiologi

Teori tentang nilai yang dalam dua filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika.

•  Etika adalah sesuatu yang dianggap baik.

•  Estetika adalah sesuatu yang bagus dilihat dari indera kita.

 

Komponen Penyusun Alam Semesta

(Composite Particles) Matter terdiri atas Quarks dan Leptone. Quarks terdiri atas hadrons. Hadrons terdiri atas Usons dan Baryone. Baryone terdiri atas nukleus. Leptone atau yang sering kita anggap dengan electron bergabung dengan nucleus menjadi atom.

Ada banyak gaya yang menyebabkan composite particles bisa terbentuk. Diantaranya:

  • Weak Force : gaya lemah yang mudah untuk dipecah antar unsurnya.

Contoh : O 2 yang ada di alam akan mudah terpisah menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana.

  • Strong Force : gaya yang lebih kuat daripada weak force.

Contoh : Strong Force mengikat 3 buah quarks yang ikatannya tidak akan pernah

lepas.

  • Gaya grafitasi : gaya yang paling lemah diantara gaya yang lainnya.
  • Gaya Listrik.

Proses Terjadinya BigBang:

  • Singularity (1 kesatuan) yang mengembang. Jarak-jarak antar partikelnya selalu sama. Tiba-tiba pada posisi tertentu, partikel yang dekat semakin mendekat yang jauh semakin menjauh. 1 milyar tahun kemudian dunia gelap. Hanya ada atom hydrogen. Atom-atom tersebut mengumpul karena adanya grafitasi hingga menghasilkan tekanan. Hal ini menyebabkan bintang menyala terbentuk. Bintang tersebut terdiri atas unsure-unsur hydrogen, kalsium, helium dan karbon. Kalau bintang-bintang “mati” terutama bintang besar. Ini akan menyebabakan ledakan yang hebat yang disebut supernova . Karena akibat ledakan ini, atom-atom yang beranekaragam tersebar kemana-mana. Tetapi karena adanya grafitasi > mengumpul > terbentuk bintang generasi ke-2. Dari sini, akan terbentuk planet dan selanjutnya kehidupan juga terbentuk.

 

•  Giordano Bruno > pahlawan science yang mengatakan bahwa bumi bukan satu-satunya kehidupan di alam semesta ini. Tetapi akhir hidupnya berakhir tragis karena dia dihukum mati karena menentang teori yang mengatakan bahwa hanya bumi satu-satunya kehidupan di alam ini.

 

 

Februari 23, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 7:49 pm

BAB 4 : REALISM VS ANTIREALISM

Realism vs Idealism

Pada awalnya ada 2 paham, yaitu :

1. Realism : Menyatakan bahwa alam semesta (kebenaran) tidak

terpengaruh pada keadaan ada atau tidaknya manusia.

Contoh :

• 3 x 4 = 12

• π = 3,14………..

Walaupun tidak ada manusia, contoh tersebut tetaplah benar karena merupakan konsep.

2. Idealism : Semua relatif dan tergantung pada pemikiran manusia.

Seperti pernyataan Rene Descartes, yaitu Cogito ergo sum yang berarti “Aku berpikir karena aku ada”.

Contoh :

Ada atau tidaknya Kebaikan dan Kejahatan, tergantung pada ada tidaknya manusia di alam semesta.

Dalam science, idealism tidak di pakai.

Dari sini, dapat kita lihat bahwa realism dapat terbukti kebenarannya dalam science. Akan tetapi, realism mendapat tantangan science dari antirealism.

Realism vs Antirealism

1. Realism : Sesuatu dianggap ada apabila sesuatu bisa diamati dan walaupun tidak bisa diamati kebenarannya tetap di yakini.

2. Antirealism : Sesuatu yang di percaya sebagai kebenaran adalah

sesuatu yang di amati saja.

Contoh :

Elektron tidak dapat di percayai kebenarannya karena elektron hanya dibuat oleh ilmuwan untuk menjelaskan tingkah laku elektron.

Antirealism di bagi menjadi 2 bagian yaitu :

>> Metafor

>> Agnostic

Berdasarkan pengamatan oleh indera, observasi di bagi menjadi 2 bagian, yaitu :

a. Observable : Sesuatu yang tidak bisa di amati, akan tetapi jika ada

kemauan, maka bisa di amati.

Contoh : Masih banyak jenis ikan-ikan yang belum di amati.

Asalkan mau melakukan observasi, maka kita akan tahu

lebih banyak lagi jenis-jenisnya.

Observable dapat di bagi dalam 2 tingkat, yaitu :

>> Observation : Bisa di amati langsung oleh indera.

>> Detection : Tidak bisa di lihat, tapi bisa di deteksi sehingga

kebenarannya dapat di anggap benar.

Contoh :

Walaupun elektron tidak dapat di lihat, akan tetapi dapat di deteksi sehingga di anggap benar.

b. Non observable : Sesuatu yang benar-benar tidak bisa di amati oleh

indera.

Menurut antirealis, meskipun penjelasan scientis (realis) benar bahwa sesuatu yang bisa diamati akan dipercaya kebenarannya tetapi di sisi lain hal ini dibantah karena sesuatu yang dianggap salah bisa saja benar.

Contoh: Matahari menyinari bumi dengan merambatkan foton melalu substansi ether sehingga sifat matahari bisa diamati (dapat dibiaskan dsb) tapi ether tersebut salah (belum tentu benar) karena di langit tidak ada medium seperti di dunia yang bisa merambatkan gelombang suara melalui medium udara.

Epicycles

Langit itu adalah sesuatu yang sempurna. Satu planet dapat mengelilingi planet lain tepat, perfect melingkar sempurna. Tetapi dia sendiri melingkari planetnya sendiri dan planet-planet lain perfect membentukan lingkaran sempurna.

Fourier Analysis (berdasarkan komponen sinus)

Menganalisa bahwa gelombang yang dibentuk adalah hasil dari planet yang melingkari planetnya sendiri dan juga planet lain yang perfect melingkar berbentuk lingkaran. Karena planet tersebut tidak hanya melingkari planet lain maka tampak seperti gelombang yang dibentuk dari hasil melingkanya planet tersebut tidak sempurna. Padahal gelombang tiap planet yang melingkar sempurna berbentuk lingkaran. Bila digambar dalam grafik sinus maka yang tampak adalah gabungan dari gelombang-gelombang sehingga tampak seolah-olah tidak sempurna.

 

Februari 16, 2009

Filed under: Uncategorized — sherly91 @ 7:01 pm

BAB 3 : PENJELASAN ILMIAH

Telah di bahas pada bab 1, bahwa salah satu tujuan dari science adalah menjelaskan segala sesuatu di sekitar kita. Kenapa manusia menginginkan suatu penjelasan yang ilmiah?

1. Keperluan Praktis
Contoh : Mengapa ada banjir? Dengan penjelasan-penjelasan yang ada, maka mereka akan waspada terhadap banjir-banjir berikutnya.

2. Karena Keingintahuan manusia.
Contoh : Ada berapa planet yang mengelilingi mahatari? ———————————————————————————————————————-

Syarat-syarat Penjelasan Ilmiah Menurut Carl Hempel, suatu penjelasan Ilmiah harus memenuhi 3 syarat, yaitu :

1. Fakta (premis) mengarah atau mendukung kesimpulan,
2. Semua fakta harus benar,
3. Setidaknya satu fakta mengikuti satu hukum umum.

Contoh : Tanaman pot di kamar saya membutuhkan cahaya untuk berfotosintesis. Tanaman itu mati.
Penjelasan : Karena tanaman butuh cahaya untuk berfotosintesis, sedangkan tidak ada cahaya yang masuk dalam kamar saya sehingga tanaman itu mati.

Jika kita buat dalam bentuk premisnya :

Fakta Umum (P1) : Tanaman butuh cahaya untuk hidup
Fakta Khusus (P2) : Tanaman anda tidak dapat cahaya
Conclusion : Tanaman Mati.

———————————————————————————————————————-

Tidak selamanya 3 syarat itu memenuhi syarat penjelasan ilmiah. Beberapa permasalahan adalah sebagai berikut :

1. Masalah Simetri
Contoh : Ada tiang setinggi 1,5m. Mengapa pada siang hari, bayangan tiang menjadi 2m? Hal ini di sebabkan karena terbentuk sudut 37o antara tiang dan bayangannya. Akan tetapi, pertanyaan ini tidak dapat di putar, contohnya, “mengapa tiang itu mempunyai tinggi 1,5m?”. Hal ini tidak simetris.

2. Masalah Relevan
Contoh : Dalam suatu RS bersalin, terdapat banyak ibu hamil dan ada seorang bapak yang tidak hamil. Kemudian ada seorang anak yang tidak mengerti dan bertanya kepada dokternya, “Mengapa si Bapak itu tidak hamil?”. Dokter menjawab karena bapak itu minum pil KB setiap harinya. Berdasarkan contoh tersebut, dapat kita lihat bahwa

Fakta Umum (P1) : Orang yang minum pil KB tidak hamil
Fakta Khusus (P2) : Bapak minum pil KB setiap hari
Conclusion : Bapak tidak hamil.
Kenyataannya : Pria tidak dapat hamil.

Walaupun contoh ini memenuhi 3 syarat penjelasan ilmiah, akan tetapi tidak sesuai dengan ilmiah.

Hempel memiliki pemikiran yang sama dengan Hume yaitu empirisme dimana sesuatu dianggap benar dengan adanya observasi. ( tidak boleh ada logika, tidak percaya sebab akibat).

David Hume menganut kompatibilisme yaitu aliran filosofi yang menganggap kehendak bebas tidak bertentangan dengan takdir.

Freewill paradoks adalah adanya kekuatan (Tuhan ,dll) yang mentakdirkan kejadian seperti yang terjadi. Semua Makhluk Hidup punya kehendak bebas.
Contoh: memukul seseorang tidak dapat disalahkan karena berdasarkan takdir Tuhan. (karena Tuhan omnipotens yaitu yang mempunyai kekuasaaan sehingga sesuatu dapat terjadi.) Reduksionisme adalah pencarian kebenaran sampai elelmen fundamental.

Greedy Reductionism adalah keserakahan untuk menjawab pertanyaan sampai terlalu fundamental sampai-sampai tidak menjawab pertanyaan (melenceng dari pertanyaan yang dimaksud).

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.